Jakarta - Untuk kali pertama Prisia Nasution menjajal karier di industri film layar lebar Tanah Air. Tantangannya tak main-main, beradu akting di hadapan kamera dengan bertelanjang dada atau topless.
Perempuan cantik yang biasa tampil di produksi FTV ini bahkan mendapatkan tanggapan positif dari penonton atas perannya sebagai penari ronggeng bernama Srintil di film Sang Penari.
Pia --sapaan akrabnya-- pun bersyukur, usahanya tak sia-sia. Dari awal, Pia sudah sepakat untuk melakukan semua adegan yang diminta, termasuk tampil topless. Pas ditanya, `deg-degan nggak pas adegan telanjang?`. Jujur saya bilang, `nggak tuh!`," ujarnya, seperti dilansir situs Warta Kota, Jum`at (4/11).
Adegan telanjang dada yang diperankan Pia dalam film tersebut, yakni saat tubuh Srintil dipijat dukun ronggeng dengan ramuan tradisional dan saat rebahan di dipan.
"Karena buat saya, Srintil-lah yang melakukan ini semua. Yang di film itu bukan Prisia. Dari awal, saya memang sudah ditanya, `mau nggak beradegan love scene?". Saya bilang, `I`ll do it`, Pia, menambahkan.
Pia berpendapat, upayanya yang maksimal dalam produksi film tersebut, hanyalah semata memperkaya karakter Srintil. Latihan menari selama 8 bulan, menguruskan badan hingga terlihat kurang gizi, dan menghitamkan kulit, merupakan bukti-bukti bahwa Pia menjalani perannya sebagai Srintil.
Sang Penari, film berlatar belakang pembantaian rakyat yang dituduh terlibat Partai Komunis Indonesia pada tahun 1965, juga bertabur aktor dan aktris kondang Tanah Air, yakni Oka Antara, Slamet Rahardjo, Lukman Sardi, Teuku Rifnu, Happy Salma, dan Tio Pakusadewo. [EL]
Pia --sapaan akrabnya-- pun bersyukur, usahanya tak sia-sia. Dari awal, Pia sudah sepakat untuk melakukan semua adegan yang diminta, termasuk tampil topless. Pas ditanya, `deg-degan nggak pas adegan telanjang?`. Jujur saya bilang, `nggak tuh!`," ujarnya, seperti dilansir situs Warta Kota, Jum`at (4/11).
Adegan telanjang dada yang diperankan Pia dalam film tersebut, yakni saat tubuh Srintil dipijat dukun ronggeng dengan ramuan tradisional dan saat rebahan di dipan.
"Karena buat saya, Srintil-lah yang melakukan ini semua. Yang di film itu bukan Prisia. Dari awal, saya memang sudah ditanya, `mau nggak beradegan love scene?". Saya bilang, `I`ll do it`, Pia, menambahkan.
Pia berpendapat, upayanya yang maksimal dalam produksi film tersebut, hanyalah semata memperkaya karakter Srintil. Latihan menari selama 8 bulan, menguruskan badan hingga terlihat kurang gizi, dan menghitamkan kulit, merupakan bukti-bukti bahwa Pia menjalani perannya sebagai Srintil.
Sang Penari, film berlatar belakang pembantaian rakyat yang dituduh terlibat Partai Komunis Indonesia pada tahun 1965, juga bertabur aktor dan aktris kondang Tanah Air, yakni Oka Antara, Slamet Rahardjo, Lukman Sardi, Teuku Rifnu, Happy Salma, dan Tio Pakusadewo. [EL]
sumber: gatra.com


No comments:
Post a Comment